#5 Nasehat Amr Bin Utbah untuk Guru Anaknya
Gambar dari gramho.com
5 Nasehat dari Amr Bin Utbah
Untuk Guru Anaknya
Sebagai Seorang Pengajar atau Guru (Ustadz) sudah tentu kita sering ditiru oleh anak didik kita, baik ucapan maupun tingkah laku kita dalam mendampingi anak didik kita, seperti istilah jawa Guru iku digugu lan ditiru, jadi sudah sepatutnya kita memperbaiki diri terutama yang tampak mata oleh peserta didik kita.
Seperti kisah sahabat Rosulullah saat mendatangkan guru pengajar untuk anak-anaknya. Diantaranya Sahabat Amr bin Utbah yang berkata kepada guru anaknya, sudah tentu ini berlaku untuk kita baik sebagai guru disekolah maupun guru untuk anak-anak kita. Beliau menyampaikan 5 pesan atau nasehat untuk guru anaknya.
Apa saja 5 Nasehat Amr bin Utbah untuk guru anaknya tersebut? yuk kita uraikan satu persatu agar kita bisa memahami arti penting nasehat tersebut;
1. "Hendaklah yang pertama engkau lakukan dalam memperbaiki
anakku adalah terlebih dahulu memperbaiki dirimu sendiri. Sebab pandangan
matanya terikat dengan pandangan matamu. Jadi, yang baik bagi mereka adalah apa
yang engkau lakukan dan yang buruk baginya adalah yang engkau tinggalkan."
Seseorang lebih seringkali lupa terhadap
upaya memahami dirinya sendiri. Upaya mengetahui tentang diri sendiri
disebut berinstropeksi atau juga disebut bermukhasabah. Tidak gampang
melakukannya memang, dan belum tentu apa yang dilakukan juga tepat. Hal
demikian karena kebanyakan orang belum melihat kekurangan yang ada pada dirinya
sendiri sebelum bertindak.
Ajaran
Islam, melalui Al Qur'an sebenarnya lebih banyak mengajak orang untuk
melihat kepada diri sendiri. Selain itu, kitab suci juga mengajak untuk
memperbaiki dirinya sendiri sebelum berusaha untuk memperbaiki orang lain.
Memperbaiki diri juga berarti membenarkan
apa yang salah dan menambah apa yang menjadi kekurangan pada diri kita.
Memperbaiki diri adalah proses untuk mengubah kebiasaan yang buruk menjadi
kebiasaan yang lebih baik lagi.
Meneliti tentang diri sendiri itulah seharusnya yang
dilakukan oleh setiap orang pada setiap hari. Dengan mengetahui tentang dirinya
sendiri, maka akan tumbuh kesadaran bahwa masih banyak pada dirinya yang harus
diperbaiki, ditingkatkan, dan ditambah kebaikan yang seharusnya dilakukan.
Namun kebanyakan orang pada kenyataannya lebih suka melihat orang lain,
sehingga mereka yang dilihat itulah yang banyak kekurangan, sementara dirinya
sendiri selalu dipandang benar dan sempurna.
Ya, Seperti yang saya sampaikan diawal tadi, Guru iku digugu lan ditiru. Anak didik kita adalah cerminan kita karena apa yang kita ucapkan dan kita lakukan akan anut atau diikuti anak didik kita, bahkan ada pepatah yang mengatakan guru kencing berdiri murid kencing berlari. Bahkan dalam hal kencing saja seorang guru dicopy apalagi tingkah laku dan ucapannya. Untuk itu Guru harus memperbaiki diri karena semua garak geriknya diikuti anak didik kita.
2.
"Ajarilah
ia Kitab Allah dan janganlah dipaksakan agar ia tidak jemu padanya. Namun,
janganlah sampai ditinggalkan Kitab Allah itu agar ia tidak menjauhinya."
Sebaik-baiknya
ilmu adalah ilmu agama, ada pepatah ilmu tanpa agama buta dan agama tanpa ilmu
adalah kenistaan. itulah sebabnya semua hal yang kita lakukan ada ilmunya, ilmu
itu harus di praktekkan untuk kebaikan.
Semua hal yang ada didunia ini sudah ada tersirat di Kitab Allah, dari Bersuci, Berdagang, Pajak dan Zakat, dan lainnya sudah diterangkan dalam kitab Allah. Kita berpedoman pada Kitab Allah agar kita tidak salah arah dalam menajalani Hidup.
3. "Ajarilah ia hadis Nabi Saw. dan juga sastra. Janganlah
berpindah dari satu ilmu ke ilmu lain sebelum ia benar-benar menguasainya.
Sebab menumpuknya pengetahuan di kepala akan membuat kesibukan di mulut."
Hadis
Nabi Saw merupakan perilaku dan ucapan Nabi yang menjelaskan secara terperinci
dari Kitab Allah. Hadis menjadi penjelas atas ayat-ayat Alquran yang tak
sepenuhnya dipahami umat Islam. Sebab, ayat-ayat Alquran tak hanya berisi
ayat-ayat yang qath'i (jelas), tetapi banyak pula
yang zhanni (samar)
sehingga membutuhkan penjelasan terperinci.
Salah
satu contohnya adalah shalat. Banyak ayat Alquran yang mengungkapkan perintah
shalat. Namun, bagaimana shalat itu dilakukan, hal itu tidak dijelaskan secara
perinci. Dari sini, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bagaimana shalat harus
dikerjakan. ''Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.'' (HR
Bukhari).
Begitu juga dengan perintah berhaji. Rasulullah SAW menjelaskan, ''Ambillah (kerjakanlah) haji itu dari manasik yang aku kerjakan.''
4. "Ajarilah kata-kata mutiara dari orang-orang bijak dan jauhkan
dari pergaulan dengan perempuan."
kata-kata dan inpirasi itu adalah untuk membangkitkan semangat seseorang untuk menggapai atau meraih suatu cita-cita atau suatu impian supaya bisa terwujud apa yang kita dambakan conto lewat kata-kata, inpirasi, motivasi dan inofasi membuat seseorang bisa mengambil dari sisi yang bermanfa'at dan melanjutkan dari segi tujuannya, sehingga orang itu bisa semangat dalam menjalankan aktifitasnya untuk meraih apa yang di dambakan.
5. "Terhadap anak didik, jadilah seperti dokter yang segera
menyediakan obat hingga penyakit diketahui. Jangan memasrahkan segalanya
kepadaku karena takut disalahkan sebab aku telah memasrahkan kepercayaan
kepadamu."
Ya, Jadilah seorang guru seperti dokter yang kedatangannya selalu didambakan karena akan memberikan penawar atas segala penyakit, pelipur lara/kegundahan maupun rasa resah anak. Guru itu dituntut untuk mengerti psikologi anak sehingga sebelum belajar semua masalah anak harusnya sudah tidak ada lagi. dengan demikian kegiatan belajar mengajar akan lebih mudah mencapai tujuannya.
Demikianlah nasehat Amr
bin Utbah kepada Guru anaknya, semoga kita dapat mengambil manfaat dari pesan
Umr tersebut. Terimakasih.