Panduan Pembelajaran
di Era Kenormalan Baru
oleh Tim GTK Kemdikbud RI
Tujuan Panduan Pembelajaran bagi Guru di Era Kenormalan Baru
- Memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pembelajaran yang berkualitas di satuan pendidikan
- Mencegah terjadinya penyebaran dan penularan COVID 19 di satuan pendidikan
Kegiatan Persiapan Pembelajaran
| Aktivitas | Keluaran |
| Identifikasi dan kesiapan guru melakukan pembelajaran. | Daftar penugasan guru |
| Persiapan strategi dan model pembelajaran, serta jadwal akademik | RPP (tujuan, kegiatan & asesmen) dan Jadwal Akademik |
| Pembagian kelompok belajar dan jadwal belajar untuk murid. | Daftar kelompok belajar & jadwal belajar |
| Persiapan pola komunikasi antara sekolah dengan orangtua dan murid | Jadwal dan susunan acara pertemuan sosialisasi orangtua dan murid |
| Sosialisasi pembukaan kembali sekolah & pembelajaran kenormalan baru kepada orangtua dan murid | Daftar hadir |
Pola Pembukaan Sekolah berdasarkan jenjang adalah sebagai berikut :
Pola Pembukaan Sekolah berdasarkan maksimal kelompok adalah sebagai berikut :
Tabel Siklus Belajar di Fase Kenormalan Baru
Tabel Siklus Belajar di Fase Transisi
Ketentuan Khusus untuk Sekolah dengan Kelas Paralel
- Kelompok belajar yang masuk harus sesuai dengan jumlah ruangan dan jumlah guru yang bertugas
- Apabila ada giliran masuk antar kelompok belajar, maka jeda antar kelompok belajar awal dengan kelompok belajar berikutnya adalah 1 jam untuk memastikan kelompok belajar awal sudah meninggalkan sekolah sebelum kelompok belajar berikutnya masuk ke area sekolah.
- Kepala sekolah bertanggung jawab memastikan murid masuk gerbang sekolah langsung menuju ruangan kelas masing masing dan setelah selesai belajar langsung meninggalkan area sekolah.
- Sebelum pembelajaran, setiap guru yang bertugas berdiri di depan kelas untuk menyambut dan memastikan murid langsung memasuki kelas dan mengikuti protokol kesehatan.
- Selesai pembelajaran, setiap guru yang bertugas berdiri di depan kelas untuk memantau dan memastikan murid langsung meninggalkan kelas menuju gerbang sekolah.
Prinsip Pembelajaran di Era Kenormalan Baru
- Orientasi pada Anak. Guru memastikan kepentingan anak dalam hal ini kesehatan fisik dan psikososial murid sebagai prioritas utama.
- Adaptif. Guru melakukan modifikasi target dan cara pembelajaran menyesuaikan dengan kondisi darurat yang belum pasti kapan berakhirnya.
- Terpadu. Guru memadukan pertemuan tatap muka (PTM) dengan pertemuan jarak jauh (PJJ). Utamakan PTM untuk melakukan kegiatan belajar yang esensial yaitu diskusi, refleksi dan praktik. Utamakan PJJ untuk menyampaikan materi belajar. Prioritas pelajaran diajarkan melalui PTM untuk sekolah dasar dan sekolah menengah: kebahasaan, matematika, dan sains. Untuk SMK, pelajaran prioritas PTM termasuk kelompok kompetensi. Untuk PAUD dan SLB, pelajaran prioritas PTM diatur oleh Kepala Satuan Pendidikan.
- Pelibatan. Guru melibatkan orangtua sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan baik sebagai penyampai materi, pendamping, penyemangat maupun pemberi umpan balik.
- Umpan Balik. Guru memastikan mendapatkan informasi dari asesmen awal maupun asesmen formatif sebagai umpan balik untuk melakukan penyesuaian tujuan dan cara pembelajaran.
Pilihan Cara Pembelajaran Jarak Jauh
1. Pembelajaran Daring: Guru melakukan aktivitas belajar melalui beragam
media belajar daring untuk pendampingan belajar. Pilihan aktivitas:
a. Umpan balik pengerjaan tugas
b. Refleksi proses dan hasil belajar
c. Diskusi kelompok.
2. Guru kunjung: Guru berkunjung ke rumah murid untuk pendampingan belajar.
Pilihan aktivitas:
a. Umpan balik pengerjaan tugas
b. Refleksi proses dan hasil belajar
c. Diskusi kelompok.
Sumber : Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru oleh Tim GTK Kemdikbud RI






